Soetrisno Bachir  (40 views)
Soetrisno hasn't updated their status in a while...

Age

54

Location

Jakarta, Indonesia

Birthday

April 10

Looking To

Make friends
 

hi5 Games

 

No games of this type available. Try one of these games now!
 

Info

http://soetrisnobachir.hi5.com - Send it to your friends

Age

54

Birthday

April 10

Location

Jakarta, Indonesia

Looking To

Make friends

Languages

Indonesian, Javanese
 

About Me

Pendiri Grup Sabira ini terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2005-2010 menggantikan Amien Rais. Dia terpilih melalaui voting yang alot dalam Kongres PAN ke-2 di Semarang, 10 April 2005, bertepatan hari ulang tahun kelahirannya yang ke-48. Pria berjiwa ‘keumatan-kebangsaan’ ini bertekad menjadikan PAN terdepan, ikhlas dan amanah.

Pria kelahiran Pekalongan 10 April 1957, ini berasal dari keluarga Muhammadiyah yang cukup dekat dengan kalangan nahdliyin. Dari ayahnya, dia mewarisi nilai keagamaan dan naluri kewirausahaan. Ayahnya seorang pedagang yang taat beragama.

Pengusaha ini terbilang masih hijau dalam dunia politik. Dia mengaku bukan ‘orang politik’ melainkan seorang profesional. Namun bila profesionalitas memang diperlukan untuk mengembangkan PAN menjadi partai berpengaruh, ia menyatakan siap menjalankan amanah itu dengan seluruh kemampuan dan keterbatasannya.

Ia banyak menghabiskan waktunya di sekitar Pekalongan. Ia menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) 1969, SLTP 1972 dan SLTA 1975 semuanya di Pekalongan. Sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, namun tak sampai selesai. Dia kembali ke Pekalongan untuk menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan (Unika), Jawa Tengah.

Ia adalah suami bagi Anita Rosana Dewi, dinikahi tahun 1989, dan ayah bagi empat orang anak maisng-masing Meisa Prasati, Layaliya Nadia Putri, Maisara Putri, dan Muhammad Izzam.

Sutrisno yang akrab disebut sebagai “SB” ini menjanjikan akan berusaha meraih 100 kursi DPR untuk Pemilu 2009, dan memenangi 10 persen pemilihan kepala daerah.
“Pilihlah saya bukan karena dekat dengan Amien Rais, tapi karena saya ingin meneruskan perjuangannya,” ujar Bachir, lalu disambut tepuk tangan ramai para pendukung.

Pengusaha dan Aktivis
Soetrisno Bachir dikenal sebagai pengusaha. Sepanjang tahun 1976 hingga 1980 ia aktif menggeluti usaha batik. Lalu, ia bersama kakaknya Kamaluddin Bachir sejak 1981 mulai mengibarkan bendera bisnis Grup Ika Muda, kini menaungi tak kurang 14 badan usaha perseroan terbatas. Grup itu bergerak di bidang budidaya udang, properti (realestat), ekspor-impor, rotan, peternakan dan media massa.

Sutrisno kemudian mengembangkan bisnis sendiri melalui Grup Sabira, induk bagi 10 perusahaan yang bergerak di bidang keuangan atau investasi, perdagangan, konstruksi, properti, ekspor impor, pelabuhan, dan agrobisnis.

Soetrisno memang lahir dan besar di tengah-tengah keluarga pedagang di Pekalongan, Jawa Tengah. Ia adalah pedagang sekaligus aktivis organisasi. Anggota Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah ini adalah aktivis organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ia juga aktivis di sejumlah organisasi profesi bisnis, misalnya sebagai tokoh dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kadin, hingga Real Estate Indonesia (REI).

Simbiose citra sebagai pedagang dan aktivis selalu melekat dalam diri Sutrisno Bachir. Ia banyak menyumbangkan materi hasil berdagang ke berbagai organisasi sosial keagamaan. Ketika Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) lahir ia memberikan banyak dukungan. Demikian pula di lingkungan HMI, Muhammadiyah, serta PII dalam 25 tahun terakhir sangat mengenal Sutrisno sebagai penyumbang yang dermawan.Â

Setiap organisasi sosial keagamaan, kalau memerlukan dukungan finansial, dan lalu menemui ayah empat orang anak ini, sepanjang rencana kegiatannya bermanfaat jelas maka dijamin pasti tidak akan pulang dengan tangan hampa.

Keringanan tangan menyumbang itulah yang ‘memperkenalkan’ Sutrisno Bachir dengan sosok Amien Rais. Apalagi, ia mendapat amanah dari ibunya Latifah Djahrie yang berpesan untuk bantu Pak Amien. “Ibu saya berpesan agar saya selalu membantu Pak Amien,” ujar Sutrisno.

 Sejak tahun 1998 kendati bisnisnya sedang dihantam badai krisis ia tetap komit menuruti perintah ibunya. Ia sangat percaya, bila kita sering membantu yang lain Allah akan membalas berlipat-lipat. “Saya sering membuktikan hal itu,” kata Sutrisno Bachir yang sangat hormat kepada ibunya.

Ia yakin kesuksesannya sebagai pengusaha tidak lepas dari restu ibu. Ia ingat persis hadits Nabi, bahwa ridho Allah adalah ridho orangtua. Ia juga mengamini hadits lain, yang telah menjadi semacam ungkapan klasik keagamaan, bahwa ‘surga berada di bawah telapak kaki ibu’. Sabda Rasul Muhammad SAW di atas bukanlah sekadar rangkaian kata-kata namun nyata terbukti dalam kehidupan Sutrisno sehari-hari.

‘Romantisme’ politik antara Amien Rais dan Sutrisno Bachir sudah berlangsung lama. Amien Rais menyebutkan Sutrisno selalu berada di sampingnya untuk memberikan dukungan. Sejak PAN lahir 1998 termasuk selama kampanye Pemilu 1999, walau bukan sebagai pengurus Sutrisno aktif memberikan bantuan finansial.

Ingin bergerak lebih luas
Panggilan hati Sutrisno terjun ke politik praktis dengan sasaran sebagai ketua umum PAN, selain karena ingat pesan Ibu juga karena nalurinya sebagai pengusaha tak ingin hanya bergerak pada tataran wacana semata. Dia yakin partai modern tidak bisa ditegakkan hanya dengan wacana.

Sukses partai pada masa depan tidak cukup ditopang popularitas pemimpinnya, maupun banyaknya pernyataan yang dikutip media. Partai modern memerlukan kerja nyata yang sistematis, yang mampu memahami secara detail kebutuhan masyarakat. Karena itu PAN harus mampu menempatkan kader-kader terbaiknya dalam jumlah memadai, baik dalam legislatif maupun eksekutif. Dan, hal itu tidak bisa dibangun hanya dengan popularitas tapi harus dengan kerja keras.

Ia memasuki gelanggang politik bukan sebagai orang politik atau politisi, namun murni profesional yang kemudian berpolitik. Ia melihat profesionalitas memang diperlukan untuk mengembangkan PAN menjadi partai berpengaruh, dan ia sudah siap untuk menjalankan amanah itu dengan seluruh kemampuan dan keterbatasannya.

Sutrisno lalu menerjemahkan keinginannya membesarkan dan memodernkan PAN pada empat pokok garis perjuangan. Yakni, partai dan pemenangan pemilu, pengaderan yang andal, partai yang dicintai rakyat, serta membangun organisasi PAN yang modern. Garis perjuangan itu dia operasionalkan lagi ke dalam sejumlah program.

Program-program itu, penataan sistem kerja partai, pengembangan sistem informasi kepartaian, pelatihan-pelatihan kader dan pengurus, pengembangan kapasitas DPP, DPC, DPD sebagai ujung tombak partai, serta membangun dan mengukuhkan citra sebagai (satu-satunya) partai modern di Indonesia.

Kuatnya visi Sutrisno Bachir membangun PAN menjadi partai modern membuatnya tetap menolak anggapan seolah-olah kader partai haruslah dari kalangan pebisnis. Ia hanya berprinsip, bila partai ingin bisa membiayai sendiri maka PAN harus mau membesarkan pengusaha. Bila ada sepuluh persen saja dari pengurus partai pengusaha, maka jumlah itu sudah cukup untuk membiayai suatu partai. Dengan konsep yang dimiliki Sutrisno Bachi sudah siap melaksanakan target untuk meraih 100 kursi DPR pada Pemilu 2009, dan memenangkan 10 persen Pilkada.

Interests

menyanyi, karate, pencak silat, dan renang

Favorite Quote

Hidup Adalah Perbuatan
 

Journal

View 1 Entry    Add Comment

PERINGKAT yang tertuang dalam annual review yang kedua Travel & Tourism Competitive Index menempatkan Indonesia di urutan ke-80 hanya sedikit diatas Bostwana urutan ke-87, masih kalah dengan India, Srilanka, apalagi dengan negara tetangga seperti; Thailand urutan ke-42, Malaysia ke-32 dan Singapura urutan ke-16.

Dasar penilaian tersebut mengacu pada tiga hal pokok, yaitu; peraturan dan kebijakan pemerintah, infrastruktur, serta manusia dan sumber daya alamnya. Itulah dasar yang digunakan Lembaga riset yang berkedudukan di Jenewa dalam mengeluarkan daftar peringkat negara berdasarkan indeks pariwisata di sebuah negara.

Kenapa Indonesia bisa menempati peringkat yang lebih rendah dibanding negara-negara jiran? Apakah negara-negara yang mempunyai peringkat lebih tinggi dibanding Indonesia mempunyai alam yang lebih indah? Apakah mereka mempunyai budaya yang beragam? Tidak, Indonesia mempunyai alam yang indah, mempesona dengan kekayaan budaya yang beragam serta unik. Seluruh pelosok negeri ini seperti; indahnya taman laut Raja Ampat yang menjadi surganya para penyelam, eloknya pantai di pesisir serta budayanya yang khas di pulau Bali, keramahan wisata budaya Jogjakarta, atau uniknya seni debus di Banten adalah sedikit dari banyaknya obyek wisata dan obyek budaya yang layak jual ke wisatawan mancanegara.

Untuk membantu mengatasi krisis multidimensi di Indonesia, sudah selayaknya pemimpin bangsa, para politisi dan pejabat baik di pusat maupun di daerah mulai serius memikirkan bagaimana memajukan dunia pariwisata Indonesia. Solusinya sederhana saja, mengacu pada tiga hal pokok diatas. Pemerintah dan kalangan DPR bisa menghasilkan kebijakan dan peraturan yang mendorong tumbuhnya dunia pariwisata. Misalnya adanya pengurangan pajak untuk industri yang mampu mendatangkan wisatawan dari luar negari.

Bank-bank pemerintah mulai menyalurkan kredit untuk para pelaku pariwisata dengan memberikan pinjaman lunak dan bunga yang lebih rendah untuk membangun atau mengembangkan obyek wisata. Pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, seperti; jalan raya, listrik, komunikasi, dan air bersih yang berkualitas menuju lokasi wisata.

Disaat yang sama, pemerintah juga memikirkan orang-orang yang terlibat dalam industri ini, dengan memberikan keringanan pembayaran pajak pendapatan untuk para investor atau insentif untuk para perajin atau pelaku budaya di tingkat masyarakat seperti kusir delman dan penabuh gamelan di Jogja, pemain debus, penari dan pengukir patung di Bali. Insentif ini tidak harus uang, bisa berupa kartu berobat gratis di puskesmas setempat, atau membebaskan biaya sekolah untuk anak-anaknya sampai SMU. Yang lebih penting lagi, adalah kita seluruh elemen masyarakat menjaga kealamian alam jamrud khatulistiwa ini. Penguasa harus berani menindak tegas siapa saja yang merusak alam Indonesia.

Ini menjadi perhatian yang serius karena industri pariwisata memiliki efek domino yang besar yang dampaknya bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat hingga termasuk para perajin di pedesaan. Apalagi dunia pariwisata menyumbang devisa bagi negeri ini nomor tiga setelah industri minyak serta gas bumi dan industri tekstil. Sudah saatnya prioritas pembangunan pariwisata ini dikembangkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang makin hari makin berat.

hi5 Gifts

Give a Gift    Get hi5 Coins    View all    Wishlist

Soetrisno has no unwrapped gifts.
 

Fives

Give' em Five

Comments   |   View All Entries   |   Send a Blast Card

Leave a comment for Soetrisno

Nov 1, 2008 5:08 AM
Ojek says:
 
sugeng ndalu mas tris,mugi2 Allah SWT tansah nglimpahaken berkah kesehatan lan karaharjan dumateng mas tris lan kulawargi,amiin
 
Sep 25, 2008 2:29 AM
Nonot says:
 
Sempetken Mampir ya mas ke Negeri Impian di tvOne.. khan presidennya kadernya mas.
terima kasih..
sukses selalu.

Title
body
 

Purchase additional coins

You need an additional: hi5 Coins hi5 Coins

Get Coins No Thanks